Apakah lukisan Perjamuan Terakhir karya Leonardo Da Vinci yang menampilkan Yesus sedang duduk di posisi tengah sesuai dengan kultur atau tradisi Yahudi?

Pdt.Yakub Tri Handoko, Th.M

Dalam lukisan Perjamuan Terakhir posisi duduk Yesus terletak di bagian paling tengah. Sebagian orang menganggap lukisan ini sangat dipengaruhi oleh kultur Barat yang meletakkan orang yang paling penting di bagian tengah. Selain itu, banyak orang bertanya-tanya apakah pada waktu perjamuan tersebut Yesus dan murid-murid-Nya memang menggunakan meja dan duduk di kursi seperti yang disiratkan dalam lukisan itu. Bagaimana penjelasan Alkitab tentang hal ini?

Pertama-tama kita perlu mengerti dahulu bahwa perjamuan yang dilakukan Yesus di sini merupakan perjamuan Paskah, bukan makan malam biasa. Ada beberapa petunjuk yang mendukung teori ini: (1) perjamuan Paskah harus dimakan di dalam tembok kota Yerusalem; Perjamuan Terakhir juga dilakukan di dalam kota Yerusalem (Mar 14:13-16); (2) malam Paskah harus dihabiskan di dalam Yerusalem Besar, termasuk Kota Yerusalem dan bukit-bukit sekitarnya; malam itu Yesus dan murid-murid menghabiskan waktu di Taman Getsemani; (3) Yesus dan murid-murid duduk dengan posisi bersandar pada meja (Mar 14:18), sesuai dengan tradisi Yahudi pada waktu merayakan Paskah; (4) orang Yahudi setiap hari biasanya makan dua kali: makan siang pada pukul 10-11 pagi dan makan utama di sore hari; Perjamuan Terakhir dilakukan pada malam hari (1 Kor 11:23; Mar 14:17; Yoh 13:30); (5) Perjamuan Terakhir diakhiri dengan nyanyian (Mat 26:30; Mar 14:26); hal ini sesuai dengan tradisi perayaan Paskah Yahudi yang mengakhiri makan malam dengan menyanyikan Mazmur Haleluya (Mzm 115-118); (6) penjelasan Yesus tentang makna roti dan anggur (Mat 26:26-27; 1 Kor 11:23-26) sesuai dengan tradisi Yahudi yang menjelaskan makna dari setiap elemen yang dipakai dalam perjamuan Paskah dalam perspektif Keluaran 12:26-27, walaupun penjelasan yang diberikan Yesus berbeda dengan penjelasan umum pada waktu itu; (7) selama Paskah orang Yahudi memberikan uang kepada orang miskin; hal ini bisa menjelaskan mengapa murid-murid lain mengira kepergian Yudas adalah untuk menolong orang miskin (Yoh 13:29).

Jika Perjamuan Terakhir merupakan perjamuan Paskah, maka kita bisa memastikan bahwa lukisan Leonardo Da Vinci adalah tidak sesuai dengan tradisi Yahudi. Dalam perjamuan yang khusus – terutama perjamuan Paskah – orang Yahudi harus merayakannya dengan cara duduk di semacam dipan yang diatur membentuk huruf U di sekitar meja. Mereka menyandarkan kepala dengan bertumpu pada siku kiri, sementara tangan kanan dipakai untuk mengambil makanan. Kaki mereka ditarik ke belakang menjauhi meja. Tuan rumah atau kepala keluarga akan duduk di bagian tengah tepat pada pertemuan dipan-dipan yang berbentuk U. Posisi perjamuan yang terkesan santai dan akrab ini memang dimaksudkan untuk menandakan suatu perjamuan yang tidak terburu-buru dan terkesan bebas, sebagaimana kontras terhadap Paskah pertama yang dirayakan secara terburu-buru (Kel 12:11).

Alkitab memberikan gambaran yang sesuai dengan tradisi di atas. Dalam Yohanes 13:23 murid yang dikasihi Tuhan dikatakan “bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya”. Dalam teks Yunani yang dimaksud adalah “bersandar di dada Yesus” (NASB “reclining on Jesus’ breast”; RSV “lying close to the breast of Jesus”). Posisi seperti ini hanya mungkin dilakukan apabila murid tersebut duduk di sebelah kanan Yesus dan tangan kirinya sebagai tumpuan sandaran. Ketika ia hendak bertanya kepada Yesus, ia hanya perlu memindahkan kepala dari tangan kirinya, sedikit bersandar ke belakang dan meletakkan kepala di dada Yesus.

References:

R. H. Stein, “Last Supper,” Dictionary of Jesus and the Gospels, ed. by Joel B. Green,

Scott McKnight, Howard Marshall (Downers Grove: IVP, 1992), 446.

Leon Morris, The Gospel According to John, NICNT, 2nd ed., 555-556.

D. A. Carson, The Gospel According to John, 473.

Andreas Kostenberger, John, BECNT, 415.

Leave a Reply