Yakub Tri Handoko, Th. M.

Tulisan ini merupakan respon kedua terhadap tulisan Pdt. Ioanes Rakhmat di Harian Kompas 5 April 2007. Dalam respon pertama fokus diarahkan pada inti argumen, yaitu identifikasi nama “Mariamne” sebagai Maria Magdalena. Respon kedua secara khusus akan menyoroti kemungkinan keterkaitan antara osuarium Yakobus (saudara Yesus; Mrk 6:3; Gal 1:19) dan yang ada di Talpiot. Mereka yang mendukung asumsi The Lost Tomb of Jesus melihat kemungkinan keterkaitan ini sebagai sesuatu yang signifikan. Seandainya osuarium Yakobus yang ditemukan di tempat lain dulu berasal dari Talpiot, maka kubur di Talpiot dapat dipastikan memang merupakan kubur keluarga Yesus.

Untuk mendukung dugaan bahwa osuarium Yakobus dulu berasal dari Talpiot, pendukung The Lost Tomb of Jesus menyatakan bahwa Oded Golan – pemilik osuarium Yakobus yang sempat berurusan dengan pemerintahan Israel – membeli osuarium dari seseorang pada sekitar tahun 1980. Di samping itu, mereka juga memberikan dua argumen, sebagaimana dikutip oleh Pdt, Ioanes Rakhmat. (1) hasil pengujian isotop terhadap patina di dua jenis osuarium yang menunjukkan hasil identik; (2) ukuran osuarium Yakobus yang sama dengan ruang kosong di kubur Talpiot. Mereka mengklaim bahwa argumen di atas – terutama argumen pertama – diteguhkan oleh kesaksian ahli yang mengadakan ujian isotop tersebut.

Benarkah osuarium Yakobus dulu berasal dari Talpiot? Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada satu hal yang perlu diketahui lebih dahulu, yaitu osuarium ke-10 di Talpiot sebenarnya tidak pernah hilang. Amos Kloner dan Joe Zias – dua orang penting yang menemukan dan membuat katalog tentang penemuan Talpiot pada tahun 1980 – sudah memberi tahu pembuat film The Lost Tomb of Jesus bahwa osuarium ke-10 hanyalah osuarium kosong yang tidak memiliki inskripsi (tulisan) apapun. Berdasarkan hal ini, osuarium ini tidak lagi disimpan bersama dengan 9 osuarium yang lain. Oleh pendukung The Lost Tomb of Jesus, hal ini dilebih-lebihkan sehingga muncul sebuah misteri “di mana osuarium yang ke-10 itu sekarang berada?”

Osuarium Yakobus tidak berasal dari Talpiot

Selain melebih-lebihkan dan menciptakan misteri yang sebenarnya tidak ada, para pendukung The Lost Tomb of Jesus juga tidak memiliki bukti-bukti yang meyakinkan. Argumen yang diberikan terlalu mengada-ada dan mengandung manipulasi data. Berikut ini adalah beberapa kelemahan mendasar dari pendapat mereka.

Hal pertama yang perlu diketahui adalah kapan Oded Golan memiliki (membeli) osuarium Yakobus. Data yang ada menunjukkan bahwa Golan tidak mungkin baru membeli osuarium itu pada tahun 1980. Mengapa? Golan sendiri berkali-kali menegaskan kalau dia sudah memiliki osuarium itu sebelum tahun 1978, yaitu sebelum ada perubahan undang-undang pemerintah Israel tentang kepemilikan barang purbakala. Ia mengklaim telah membeli osuarium itu pertengahan tahun 1970-an. Dalam sebuah persidangan ia bahkan menunjukkan foto tahun 1970-an yang menggambarkan dia bersama osuarium Yakobus. Klaim dan bukti foto ini sangat diperlukan Goded, karena setelah tahun 1978 semua benda purbakala yang ditemukan di Israel tidak bisa dimiliki oleh perorangan dan secara otomatis menjadi milik pemerintah Israel. Fakta yang juga sempat dilihat oleh agen FBI Gerard Richard dan telah iduji oleh laboratorium foto FBI ini menutup kemungkinan bahwa osuarium Yakobus berasal dari Talpiot, karena kubur Talpiot baru dibuka pada tahun 1980.

Bantahan kedua berasal dari mereka yang pertama kali menemukan kubur Talpiot. Berdasarkan foto yang diambil Amos Kloner dan katalogisasi Joe Zias terlihat bahwa osuarium Yakobus berbeda dengan osuarium Talpiot “yang hilang”. Foto dan catatan tersebut menunjukkan bahwa osuarium Talpiot tidak memiliki tulisan atau ornamen apapun, sedangkan osuarium Yakobus memiliki keduanya. Perbedaan ini jelas menunjukkan bahwa osuarium Yakobus bukanlah osuarium Talpiot ke-10.

Selain perbedaan dari sisi tulisan dan ornamen, Kloner dan Zias juga menandaskan bahwa ukuran dua osuarium tersebut tidak sama. Osuarium Yakobus memiliki panjang 50 cm, lebar 30 cm di satu sisi dan 25,5 cm di sisi lain. Osuarium Talpiot ke-10 panjangnya 60 cm dengan lebar masing-masing 26 cm dan 30 cm. Walaupun ada beberapa usaha pengukuran ulang untuk menyamakan ukuran keduanya, namun tidak pernah mencapai akurasi yang sesuai. Bahkan sekalipun ukuran keduanya mungkin sama, hal itu tetap tidak membuktikan keduanya identik. “Kesamaan” ukuran itu paling jauh hanya menunjukkan bahwa orang Yahudi waktu itu terbiasa membuat osuarium dengan ukuran yang hampir sama.

Sanggahan lain berasal dari pengakuan Oded Golan (pemilik osuarium Yakobus) yang menceritakan bahwa osuarium itu berasal dari daerah Silwan. Pengakuan ini sudah diselidiki akurasinya melalui pengujian debu/tanah yang ada di Silwan dengan yang menempel di osuarium tersebut. Hasil pengujian ini menunjukkan kesamaan yang identik. Kesamaan ini sangat signifikan, karena lapisan tanah yang diuji dari Silwan adalah khusus dan sangat jarang ditemukan di tempat lain.

Hasil pengujian tanah di atas juga tampak signifikan apabila dibandingkan dengan pengujian patina yang dilakukan pendukung The Lost Tomb of Jesus. Yang diuji mereka ternyata adalah lapisan tanah terra rosa yang ada di Talpiot dan osuarium Yakobus. Hasil pengujian yang menunjukkan kesamaan identik seharusnya tidak terlalu mengagetkan, karena terra rosa dapat ditemukan di mana saja, baik di dalam maupun di sekitar Yerusalem. Jadi, kesamaan hasil ujian patina tidak membuktikan apapun.

Satu hal lagi berkaitan dengan pengujian patina ini, ahli yang melakukan tes tersebut secara resmi menyangkal kalau ia telah mengambil kesimpulan apapun tentang tes yang dia lakukan. Direktur Laboratorium Kriminal Suffolk ini menyatakan bahwa diperlukan serangkaian tes terhadap osuarium-osuarium yang lain untuk membuktikan kesamaan antar osuarium Yakobus dan Talpiot. Sekali lagi, apa yang dipublikasikan di The Lost Tomb of Jesus hanyalah manipulasi data.

Berkaitan dengan Silwan sebagai tempat ditemukannya osuarium Yakobus, informasi ini sesuai dengan catatan sejarahwan Kristen pada abad ke-4 yang bernama Eusebius. Dalam bukunya dia menjelaskan bahwa kuburan Yakobus terletak di dekat bait Allah dam Lembah Kidron dan pada jamannya masih ada tanda khusus yang menunjukkan bahwa itu kuburan Yakobus. Tradisi ziarah Kristiani juga mendukung tempat di dekat bait Allah sebagai tempat Yakobus dikuburkan. Dua data historis ini jelas bertentangan dengan asumsi bahwa osuarium Yakobus berasal dari Talpiot, karena Talpiot terletak jauh dari area bait Allah.

Konklusi

Keterkaitan antara osuarium Yakobus dan osuarium ke-10 di Talpiot hanyalah dugaan belaka yang tidak memiliki argumen kuat. Data yang tersedia menunjukkan kesalahan dari asumsi ini. Jika osuarium Yakobus bukan berasal dari Talpiot, hal ini justru semakin meyakinkan bahwa kubur di Talpiot bukan kubur keluarga Yesus. Seandainya kubur Talpiot adalah kubur keluarga Yesus bukankah kita berharap tulang Yakobus akan disimpan di sana juga? Mengapa tulang Yakobus disimpan tersendiri di Silwan? Seandainya kubur keluarga Yesus berada di Talpiot dan kubur Yakobus di Silwan, bukankah hal ini sangat aneh? Apakah Yakobus – yang meninggal sekitar 30 tahun setelah Yesus – tidak mengetahui lokasi kubur keluarganya? Apakah dia tidak memberitahu para pengikutnya tentang lokasi kubur tersebut? Bukankah lokasi kubur Yakobus di Silwan (Yerusalem) menyiratkan kalau kubur keluarga Yesus kemungkinan besar berada jauh dari Yerusalem, sehingga jemaat mula-mula memutuskan untuk menguburkan Yakobus di Yerusalem saja?

Leave a Reply